Terdapat ralat dalam alat ini

Khamis, 5 Mei 2011

Ini kah surat Kalbu yang kau Harapkan IBU mu sampaikan kepadamu !!


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ketahuilah,
 “Barangsiapa beramal soleh maka itu buat dirinya sendiri. 
Dan orang yang berbuat mungkar, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~




بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum wbt..
Mengharap,untuk kamu ambil sedikit masa dan beri sedikit ruang kalbumu untuk mendengar dan menghayati kisah ibu ini..
Aku hanya ingin menyampaikan satu kisah untuk perkongsian bersama dan ku harap kamu juga menyampaikan nya untuk lebih ramai yang berkongsi mengenainya..


_______________________________________________________



Anakku….
Ini surat dari ibu yang tersentuh hatinya. Linangan air mata bertitisan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh mengoyakkan nya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.


Sejak doktor mengkhabarkan tentang kehamilanku, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan fizik dan emosi. Sembilan bulan aku mengandungkanmu. Seluruh aktiviti harianku,aku jalani dengan susah payah kerana kandunganku.walau begitu, tidak berkurang kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu menitiskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku Ibarat pelayan yang tidak pernah beristirehat.Melayanmu tanpa rasa jemu. Kepenatanku demi kesihatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sihatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau telusuri.Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua,walau mendengar suaramu melalui telefon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan,walau hanya beberapa minit saja untuk melihatmu anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membongkok, gementar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.Aktif diri ibumu ini sudah makin berkurang

Anakku…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, nescaya ibu akan berterima kasih kepadanya. 
Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? 
Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ?
 Baiklah, anggap saja Ibu sebagai pembantu mu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihat dirimu saja. Tiada lainnya.Hanya untuk melepaskan rindu di kalbu.
Bilakah hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ?
 Ibu tidak sanggup untuk mengadukan keadaan ini kepada Dzat yang di atas Sana. 
Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan mengheretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. 
Ibu tidak akan sampai hati melakukannya.Kerana ibu sayangkan dirimu wahai anakku..

Anakku…
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. 
Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah kerana kedurhakaanmu kepada Ibu.Hapuslah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin menggoyakkan atau engkau campakkan sekalipun surat ini. 

Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kehidupan hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui susu dari ibumu ini. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit..

 Ingatlah....
Ingatlah... 

Kerana itu, Allah menegaskan dengan wasiat : 
“Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.

Anakku…
Allah berfirman: 
“Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal”
 [Yusuf : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, Zaman para Nabi,Zaman sahabat semasa riwayat hidup mereka. 
Agar engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.
Agar tidak perlu engkau menqalamkan kalbu seperti ini kepada anakmu..



_______________________________________________________











Akan kah kau sampaikan CERITA QALBU hati ini juga kepada zuriat mu???
Tepuk dada, tanya Hati.. Dimana kan ku letak aqal ku..






3 ulasan:

kAmi dAn mEreKa berkata...

memang tak patot siapa2 mengabaikan mak2 mereka.

mintak dijauhkan dari sifat macam tu,

bukan mak sahaja, ayah pon,

dy Rahman berkata...

salam ziarah..
yah.. semoga saya terutama nya dan kita smua akan sentiasa ingat..

nabila saat berkata...

terinagt mama kat rumah pulak
terus call